Ansu Fati, “The Real New Messi”

Dunia Bola Amir Machmud —Rabu, 27 Oct 2021 10:14
    Bagikan  
Ansu Fati, “The Real New Messi”
Ansu Fati, “The Real New Messi”/ Pinterest

MATA JATENG

Oleh: Amir Machmud NS

SETELAH tak ada lagi Lionel Messi, kepada siapakah kini Barcelona bergantung?
Sergio “Kun” Aguero masih belum bisa bisa ditampilkan lantaran membawa cedera ketika hijrah dari Manchester City. Dia juga diliputi kekecewaan, karena Messi -- sahabat yang dia susul ke Camp Nou -- malah berlabuh di Paris St Germain.
Memphis Depay-kah? Kapten tim nasional Belanda yang didatangkan dari Lyon itu, meskipun sudah memberi gol-gol indah, rasanya juga jauh dari kompetensi peran menjadi “faktor pembeda” sekualitas Messi.

Barca punya Yusuf Demir, Pablo Martin Paes Gavira “Gavi”, Alejandro Balde, Rey Manaj, dan Alex Collado di barisan young guns yang mulai dipromosikan; namun yang tampak sudah benar-benar nyetel di tim utama baru Pedri Gonzales dan Ansu Fati.
Sepak terjang Fati, yang sebelum ini istirahat cukup lama karena terbekap cedera, mulai membubungkan harapan Blaugrana. Awal musim ini, tim Ronald Koeman memang belum menunjukkan identitas permainan yang mantap, bahkan mencatat sejumlah hasil minor. Namun di sela-sela itu, penampilan Ansu Fati malah memekarkan harapan tersendiri. Simaklah pergerakan licinnya, visi, dan gol-gol yang tercipta dari momen pergulatan yang cool.
Usianya masih ranum, 17. Tak berlebihan menyebutnya sebagai “wonder boy”. Saat bocah bernama Anssumane “Ansu” Fati itu dipromosikan ke tim utama dari Akademi La Masia, dia seperti menemukan padang rumput yang segar untuk bersenang-senang. Fati bermain, bergembira, unjuk talenta, menyatu dengan para senior, dan begitu cepat menyita atensi.

Untuk menyebut pengganti Leo Messi dan Cristiano Ronaldo, dua megabintang yang masih beredar di orbit elite, dunia masih lebih memberi tempat kepada Kylian Mbappe, Kai Havertz, Viniciuns Junior, Phil Foden, Jude Bellingham, Mason Greenwood, dan Mason Mount. Namun, di antara nama-nama itu, apabila tidak diganggu cedera, tak perlu ragu menyebut Ansu Fati sebagai “The Real New Messi”.
Dari Liga Prancis, boleh jadi Messi mengamati perkembangan Ansu Fati dengan penuh kegembiraan. Boleh dibilang, dialah sang putra mahkota, termasuk dalam peta sepak bola internasional, karena sejauh ini mereka yang diberi predikat “Next Messi” atau “Next Ronaldo” tidak pernah tuntas melesat menjajari sang patron.

Predikat “reinkarnasi Messi” itu disematkan kepada sejumlah pemain muda dari berbagai belahan dunia seperti Korea, Jepang, Vietnam, Thailand, bahkan Indonesia. Ansu Fati memberi garansi berbeda ketika pada 2019 pelatih (waktu itu) Ernesto Valverde mempromosikan dua alumni terbaik La Masia, Fati dan Carles Perez.
Valverde lebih mempertimbangkan urgensi kehadiran si bocah ajaib kelahiran Guinea Bissau 31 Oktober 2002 itu untuk kepentingan tim dan masa depan tiki-taka. Dia melihat, anak itu punya segalanya. Kapasitas tekniknya lebih. Kejeniusan, lebih. Talenta juga lebih.

Baca juga: Joshua, Dulu Belajar Keberagaman di Indonesia Kini Mewakili ASEAN di KTT Perdamaian Dunia PBB

Baca juga: Resep Minuman: Cara Membuat Apple Cooler Anti Ribet



Rekor-Rekor Fati

Ansu Fati mencatat rekor ketika Barcelona bertandang ke Signal Iduna Park, kandang Borussia Dortmund pada 17 September 2019. Dia menjadi pemain termuda yang tampil di Liga Champions, mengalahkan Bojan Krkic yang debut pada 2002 dalam usia 17 tahun 22 hari, dan Peter Orofi Quaye pada 1977 usia 17 tahun 195 hari.
Dalam sejarah La Liga, dia mencatat debut selama 13 menit melawan Real Betis pada 26 Agustus 2019 dalam usia 16 tahun 9 bulan 15 hari. Gol pertamanya dicetak ke gawang Osasuna pada 31 Agustus 2019 yang berakhir 2-2.

Rekor La Liga dicatat Fati sebagai pencetak gol termuda Barcelona, dalam usia 16 tahun 304 hari. Bojan Krkic mengukir histori dalam usia 17 tahun 35 hari. Dua pemain termuda lainnya adalah Fabrice Olinga (16 tahun 98 hari), dan Iker Muniain (16 tahun 289 hari).
Fati makin mendapat kepercayaan di bawah Ronald Koeman. Pelatih asal Belanda itu punya tugas penting untuk merawat konsistensi si bocah agar tidak terganjal hantu cedera dan gangguan psikologis di seputar kehidupan sebagai selebritas.
Sejarah Barca mencatat pemudaran performa para wonder kid produk La Masia seperti Krkic, Giovanni dos Santos, Jeffren Suarez, Gerard Deulofeu, hingga Gai Assulin.

Fati, dengan cara hidup sederhana sejauh ini, diharapkan tidak terpengaruh kerlap-kerlip lingkungan para bintang.Jangkauan langkahnya masih panjang untuk betul-betul menjadi pengganti Messi, legenda yang dia kagumi.
Dia beruntung berada di lingkungan klub besar dengan tradisi juara. Dia beruntung berada di habitat yang telah melahirkan para pemain besar. Dia beruntung berada dalam asuhan para pelatih bereputasi. Dia beruntung berada dalam atmosfer kompetitif La Liga. Dia beruntung menjalani laga-laga penting melawan klub-klub besar di bawah atmosfer yang luar biasa. Betapa dia beruntung bisa mengambil pelajaran dari sejarah besar yang dilewati Barcelona dan klub-klub pesaingnya.
Barcelona tak harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pengganti dari bintang yang seakan-akan tak tergantikan, Lionel Messi...

-- Amir Machmud NS, wartawan senior, kolumnis sepak bola, dan penulis buku.

Baca juga: Newcastle United dan Bayangan Isu HAM

Baca juga: “Baper” PSG dan Sikap Madrid dalam Kemasan Mediatika

Baca juga: Solskjaer dan Koeman Naik - Turun Tensi

Baca juga: Ekspresi Kegembiraan Sepak Bola Presiden Jokowi

Editor: Laila
    Bagikan  

Berita Terkait