TIM PENGABDIAN MASYARAKAT FAKULTAS HUKUM UNISSULA MENGADAKAN PELATIHAN DI WOLOGITO TENGAH KELURAHAN KEMBANGARUM SEMARANG BARAT

News —Selasa, 14 Dec 2021 09:51
    Bagikan  
TIM PENGABDIAN MASYARAKAT FAKULTAS HUKUM UNISSULA MENGADAKAN PELATIHAN DI WOLOGITO TENGAH KELURAHAN KEMBANGARUM SEMARANG BARAT
Foto: istimewa

MATAJATENG - Perceraian adalah berakhirnya suatu pernikahan dan bisa dikatakan terputusnya hubungan antara Suami dan Istri atas Putusan Pengadilan. Perceraian adalah perbuatan halal tetapi di murkai oleh Allah SWT, sehingga apabila tidak terpaksa sekali sebaiknya jangan melakukan perceraian.

Berdasarakan data selama pandemi covid 19, Semarang Barat terbanyak mengajukan perceraiaan di Pengadilan Agama Semarang yang dilakukan oleh Istri. Untuk itu Tim Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang mengadakan Pengabdian Masayarat di wilayah Wologito Tengah Kelurahan Kembangarum Semarang Barat Kota Semarang. Tim terdiri dari Dr.H.Akhmad Khisni, SH,MH dan Hj.Peni Rinda Listyawati, SH,MH serta Dr.H.Achmad Sulchan, SH,MH. memberi pelatihan kepada warga Wologito Tengah Kelurahan Kembangarum Semarang Barat berupa : Teknik Pembuatan dan Proses Pengajuan Gugatan/Permohonan Perceraian di Pengadilan Agama Semarang.

Baca juga: Akhiri Semester Gasal, MTs NU Banat Kudus Gelar Bazar Riset

Kebetulan sekali di wilayah wologito tengah tersebut ada warga yang hendak mengajukan gugatan perceraian, sehingga pengabdian masyarakat sangat bermanfaat untuk ajang diskusi dan minta dibantu untuk pembuatan contoh surat gugatan perceraian. Mengingat kalau harus menguasakan kepada seorang Advokat/Pengacara memerlukan biaya yang sangat mahal, sehingga warga tidak mampu untuk membayarnya.

Baca juga: Tokoh Budaya Solo Beri Ganjar Sebilah Keris Luk 9

Pembuatan surat Gugatan/Permohonan Perceraian di Pengadilan Agama Semarang dapat di lakukan oleh Istri tau Suami, apabila yang mengajukan Istri maka suratnya berbentuk Surat Gugatan (Cerai Gugat), tetapi apabila yang mengajukan Suami maka suratnya berbentuk Surat Permohonan (Cerai Talak). Sebelum proses persidangan perceraian dilakukan terlebih dahulu Mediasi, cara penyelesaian sengketa melalui proses perundingan untuk memperoleh kesepakatan para pihak dengan dibantu Mediator (Hakim atau pihak lain yang memiliki sertifikat Mediator sebagai pihak yang netral membantu para pihak dalam proses perundingan guna mencari penyelesaian, tanpa menggunakan cara memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian.

Baca juga: Wedangan Gayeng USM-PWI Jateng untuk Membangun Sinergi

Editor: Ilham
    Bagikan  

Berita Terkait