Kadin Semarang Fasilitasi Ekspor-Impor agar UMKM Bertahan di saat Pandemi

News —Kamis, 16 Dec 2021 15:37
    Bagikan  
Kadin Semarang Fasilitasi Ekspor-Impor agar UMKM Bertahan di saat Pandemi
Foto: istimewa

SEMARANG, MATAJATENG - Dalam dunia perekonomian di Indonesia, UMKM berperan sangat penting sebab memiliki jumlah yang sangat besar khususnya di Semarang. Bahkan jumlahnya mencapai 91 ribu yang berizin.

Hal itu disampaikan oleh ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara pada kegiatan Pelatihan Prosedur Ekspor untuk UMKM di hotel Dafam Semarang, Kamis (16/12/2021).

Dijelaskannya, Kadin memiliki peran aktif melakukan kurasi terhadap produk-produk UMKM yang berorientasi ekspor. Pihaknya bahkan sudah membuat database sesuai klasifikasi UMKM sesuai kelas dan cluster masing-masing.

Baca juga: Mainan Payung Saat Dampingi Jokowi Temui Pedagang Wonosobo, Warga; Pak Ganjar Lucu

Selain itu, Kadin Kota Semarang juga memberikan pelatihan mengenai prosedur ekspor, mengadakan seminar, Focus Group Discussion (FGD) yang berkaitan dengan ekspor.

“Kali ini Kadin bekerjasama dengan Indonesia Eximbank yang juga merupakan lembaga pembiayaan ekspor Indonesia,” tukasnya.

Arnaz sendiri mengakui Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran sangat penting dalam memajukan perekonomian Kota Semarang. Meski dimiliki secara perorangan, rumah tangga maupun badan usaha kecil, namun mereka berhasil membuktikan ketangguhan selama masa pandemi.

Untuk itulah menurut Arnaz, pihaknya tergerak untuk aktif memajukan UMKM potensial.

Baca juga: TIM PENGABDIAN MASYARAKAT FAKULTAS HUKUM UNISSULA MENGADAKAN PELATIHAN DI WOLOGITO TENGAH KELURAHAN KEMBANGARUM SEMARANG BARAT

"Dengan demikian, mereka dapat berkembang lebih maju dan berorientasi ekspor serta naik kelas," tandasnya.

Lebih dari itu, Kadin juga memfasilitasi marketplace digital dimana buyer potensial akan lebih mudah menemukan produk-produk unggulan UMKM.

Kadin juga sering menggelar pameran untuk mendatangkan buyer potensial tersebut sekaligus bertemu langsung dengan para pengusaha di Kota Semarang.

"Kadin juga akan bersinergi dengan asosiasi yang terkait untuk mencari solusi terbaik demi menggeliatnya perekonomian dan devisa Negara,” pungkas Arnaz.

Assisten II Setda Kota Semarang Widoyono menambahkan jika nilai ekspor sesuai data BPS dari tahun 2018 hingga 2020 mengalami penurunan.

Berturut-turut, nilai ekspor dari 3 gerbang yakni Pelabuhan Tanjung Emas, Terminal Peti Kemas dan Bandara A Yani mencapai Rp2,6 trilyun, Rp2,5 trilyun dan Rp2,3 trilyun.

"Memang ada penurunan seiring dengan datangnya pandemic. Tapi kami yakin, tahun 2022 nanti akan meningkat lagi seiring dengan peran Kadin,” katanya.

Ditambahkan, Pemkot Semarang berkewajiban memfasilitasi dan membuat regulasi yang memudahkan para eksportir.
Begitu pula dengan penyediaan sarana prasarana untuk kemudahan ekspor serta membuka komunikasi dengan stakeholders dan juga Pemda lain. Sunarto

Baca juga: KPID Jateng Temukan 1388 Potensi Pelanggaran Isi Siaran: Eksploitasi Sensualitas Perempuan Masih Dominan

Editor: Ilham
    Bagikan  

Berita Terkait