Percumbuan Luka

Sketsa Rasa —Sabtu, 4 Dec 2021 09:37
    Bagikan  
Percumbuan Luka
Percumbuan Luka -walpaperbetter

AMIR MACHMUD NS

                  

PARTITUR HIDUP

 

hidup hanya partitur

mengusung nada-nada

catatan yang kau bolak-balik

menjadi berlembar ceritera

duka dan suka bergumul mengelindan

 

partitur menanda hidup

mengeja kisah

kadang menertawakan

acap pula mengungkap kesedihan

dengan angka, dengan nada

 

kau rayakan ekspresi di ruang muram

kau merenung sunyi di ruang riang

apa bedanya?

: kau konduktori orkestrasi kehidupan

mengiris-iris

menyayat-nyayat

melompat-lompat

menari-nari

sejuta rasa kita eja

 

saatnya kau hidangkan

tembang penuh rahasia.

(2020)

Baca juga: JPEN dan PGN Kerjasama Penuhi Kebutuhan Gas Kawasan Industri se Jateng

Baca juga: Dubes Ukraina Ini Paham Gadjahmada, Diponegoro, Joyoboyo, Hingga Ronggowarsito

PERCUMBUAN LUKA

 

kalian tahu malam bersimbah birahi

liar mencumbu luka

berderet soal tak teratasi

hanya oleh opsi kristal cinta

 

hidup mudah bergerak dan berlari

dengan portal yang seberapa kuat pun memalang

karena dia seperti air

yang pasrah menuju ke kerendahan

 

cinta melingsir ringan dari rasa ke rasa

dengan cahaya seredup apa pun memberi

karena dia seperti darah memasrah

demi nadi yang tersumbat

 

semudah itukah rindu kau simpan

di bawah selimut yang setebal apa pun kau bentang

karena dia seperti layang-layang putus benang

pastilah takkan begitu saja kau lepas

untuk mendapatkan yang tersiapkan

 

luka siapa yang dikompensasi

dengan senggama paling dahsyat sekalipun?

(2020)

 

--- Dua puisi di atas dinukil dari antologi Tembang Kegelisahan, karya wartawan Amir Machmufd NS pada 2020. Penyair yang tinggal di Semarang itu juga telah melahirkan antologi lainnya, Percakapan dengan Candi (2020), Kematian, Setiap Kali (2021), dan Dari Peradaban Gunadarma (2021). Puisi-puisinya tersebar di sejumlah media dan antologi bersama.

Baca juga: JPEN dan PGN Kerjasama Penuhi Kebutuhan Gas Kawasan Industri se Jateng

Baca juga: Dubes Ukraina Ini Paham Gadjahmada, Diponegoro, Joyoboyo, Hingga Ronggowarsito

 

 


Editor: Ajeng
    Bagikan  

Berita Terkait